Jika Ditangkap, Ini Prosedur dan Hak Kamu Seputar Penangkapan

SIMPUL.BANTUANHUKUM.OR.ID__Kerasnya hidup di kota Metropolitan seperti Jakarta dan kota besar lainnya merupakan ajang untuk saling berlomba untuk mendapatkan tempat atau penghasilan yang mapan. Tak jarang di tengah banyaknya persaingan menimbulkan tidakan melawan hukum atau gesekan-gesekan yang menimbulkan kerugian bagi orang lain sehingga harus rela masuk jeruji besi.

Ketidaktahuan masyarakat tentang hukum, kerapkali dimanfaatkan beberapa oknum sebagai alat untuk menekan mereka yang dikategorikan sebagai golongan buta hukum meskipun negara sudah memiliki aturan dalam perundang-undangan.

Nah, dalam hal ini kamu harus tahu prosedur jika berhadapan dengan hukum atau dengan kata lain jika kamu ditangkap oleh Polisi?

Syarat-syarat seseorang bisa ditangkap?

Harus ada bukti permulaan yang cukup, di dalam KUHAP tidak ada keterangan yang jelas dalam praktek bukti permulaan yang cukup atau biasanya bukti tersebut merujuk didasarkan penilaian penyidik. Dalam hal ini, kamu harus berani dan membantah bila penangkapan secara sewenang-wenang atau mengada-ngada tanpa adanya alasan yang jelas.

Baca juga: Atiqah Hasiholan dukung Simpul LBH Jakarta, ini testimoninya

Siapa saja yang berhak menangkap?

1. Penyidik (Pejabat kepolisian minimal berpangkat Ipda, Pejabat Pegawai Negeri Sipil yang diberi wewenang khusus oleh UU dan perpangkat Pengatur Muda Tingkat I (Golongan II/b)
2. Penyidik Pembantu (Pejabat kepolisian berpangkat minimal Brigadir dua, Pejabat Pegawai Negeri Sipil yang diberi wewenang khusus oleh UU dan perpangkat Pengatur Muda(Golongan II/a)
3. Penyelidik (Pejabat polis) atas perintah penyidik.

Ingat! jika diluar pejabat di atas tidak berhak untuk menangkap

Kapan saja kamu bisa ditangkap?
1. Tertangkap tangan saat anda sedang atau sesudah melakukan tindakan pidana;
2. Tertangkap biasa yaitu ditangkap dengan surat penangkapan;

Baca juga: Kenapa kamu harus ikut mendukung?

Apa yang kamu lakukan bila ditangkap (bukan tertangkap tangan)?
1. Minta surat tugas dari petugas yang akan menangkap kamu;
2. Mintalah surat perintah penangkapan;
3. Baca atau teliti terlebih dahulu karena di dalam surat penangkapan harus ada: identitas tersangka, alasan penangkapan, kejahatan yang disangkakan dan tempat diperiksa;
4. Jangan takut untuk menolak penangkapan bila salah satu hal di atas tidak ada;

Jangan percaya! jika petugas kepolisian tidak membawa surat mengatakan hanya akan membawa kamu sebentar ke kantor polisi. Biasanya, begitu sampai di kantor polisi kamu akan langsung ditangkap atau ditahan dan tidak diizinkan pulang.

Baca juga: Bagaimana cara mendukung LBH Jakarta

Bila kamu tertangkap tangan?
1. Tidak perlu menanyakan surat perintah karena tangkap tangan dibolehkan tanpa surat perintah;
2. Perhatikan baik-baik saat kamu diserahkan ke kantor polisi, karena penangkapan harus menyertakan barang bukti yang ada;

Setelah ditangkap, kamu juga punya hak loh?
1. Minta untuk menghubungi dan didampingi pengacara;
2. Minta segera diperikas oleh penyidik yang selanjutnya diajukan kepada penuntut umum (seringkali polisi menunda-nunda untuk memeriksa dan hanya membiarkan setelah penangkapan);
3. Minta untuk dibebaskan setelah lewat 1X24 jam;
4. Diperiksa tanpa tekanan seperti: intimidasi, disiksa secara fisik atau dilecehkan secara seksual;

Nah demikian cara-cara atau prosedur penangkapan dan hak kamu seputar penangkapan hingga pemeriksaan. Penangkapan juga bisa dipermasalahkan dan dapat dituntut lewat jalur praperadilan jika penangkapan tidak sesuai dengan prosedur.(AR)

(sumber: Buku saku LBH, Hak-Hak Tersangka di Dalam KUHAP)

Sosialisasi Gerakan Bantuan Hukum Struktural Kepada Pelajar Muda Kristen

SIMPUL.BANTUANHUKUM.OR.ID__Sabtu lalu (19/8), LBH Jakarta diundang oleh Organisasi Persekutuan Kristen...

Jaya Suprana: Kenapa LBH Jakarta Pilih Selenggarakan Acara di Sini?

SIMPUL.BANTUANHUKUM.OR.ID__Pertanyaan itu sempat muncul ketika pemilik Jaya Suprana School of...

Leave your comment